Welcome Myspace Comments

Minggu, 06 Januari 2013

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

Keputusan membeli oleh konsumen dipengaruhi oleh banyak factor eksternal maupun internal yaitu :

1. faktor-faktor eksternal, seperti informasi pemasaran dan lingkungan sosial budaya.
2. faktor-faktor internal , misalnya motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian, sikap dan pengalaman.

Pengambilan keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh situasi dimana proses dan perilaku beli terjadi. Situasi komunikasi, situasi pembelian, situasi penggunaan dan situasi penyingkiran produk, semuanya menentukan keputusan beli. Lingkungan fisik, lingkungan sosial, waktu, tujuan pembelian, konsumsi dan suasana hati tidak dapat diabaikan sebagai unsur-unsur yang sangat penting dalam keputusan membeli.

Situasi terakhir adalah situasi-situasi tertentu yang banyak dimanfaatkan pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Setiap aturan pengambilan keputusan menghasilkan pilihan berbeda. Oleh karena itu, pemasar harus memahami aturan-aturan keputusan yang sedang digunakan oleh konsumen sasaran untuk posisi produk dalam kerangka keputusan.

Meskipun berguna, teori pilihan rasional tidak lengkap. Pandangan yang muncul adalah bahwa banyak pilihan yang dibangun oleh konsumen sebagai keputusan tersebut dibuat. kriteria evaluatif seperti harga, ukuran, dan warna dinilai mudah dan akurat oleh konsumen. Ketika konsumen hakim merek alternatif pada kriteria evaluatif , mereka harus memiliki beberapa metode untuk meilih satu merek dari berbagai pilihan.

Aspek-aspek pemilihan keputusan
Produk yang murah - Produk yang lebih mahal
Pembelian yang sering - Pembelian yan jarang 
Keterlibatan rendah - Keterlibatan tinggi 
Kelas produk dan merek kurang terkenal- Kelas produk dan merek terkenal 
Pembelian dengan pertimbangan dan - Pembelian dengan pertimbanganpencarian yang kurang matang. dan pencarian intensif

Daftar Pustaka
Cek

Cek

~BYE~


Read More...

Sumber Daya Konsumen Dan pengetahuan

SUMBER DAYA KONSUMEN 
Konsumen memiliki tiga sumber daya utama yang mereka gunakan dalam proses pertukaran dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa. Terdapat 3 (tiga) sumber daya konsumen di antaranya sebagai berikut :

Sumber Daya Ekonomi.
Sumber Daya Temporal.
Sumber Daya Kognitif.

Ini berarti bahwa pemasar bersaing untuk mendapatkan uang, waktu, dan perhatian konsumen. Sumber daya lain, seperti energi, mungkin diperlukan untuk berbelanja dan konsumsi, tetapi uang, waktu, dan perhatian adalah yang utama. Bukan hanya jumlah waktu dan sumber daya ekonomi yang menentukan perilaku konsumen. Persepsi konsumen mengenai sumber daya yang tersedia, atau apa yang akan tersedia pada masa datang, juga penting dalam keputusan pembelanjaan dan juga mempengaruhi ketersedian untuk menggunakan uang atau waktu produk. Jadi, ukuran kepercayaan konsumen mungkin berguna dalam meramalkan penjualan masa dating berdasarkan kategori produk.

SUMBER DAYA EKONOMI
Sumber daya ekonomi-seperti pendapatan atau kekayaan –adalah variable pertama yang harus dianalisis di dalam perilaku konsumen, dengan studi yang dirunut kembali hingga tahun 1672. Studi pertama, dengan basis statistik yang layak diterbitkan oelh Ernest Engel’s Laws of Consumption” (Kaidah Engel mengenai Konsumsi). Kaidah tersebut mengandung empat proposisi mengenai hubungan antara pendapatan keluarga dan proporsi yang dibelanjakan untuk kategori seperti makanan, pakaian, pondokan, dan “lain-lain” (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).  Keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi yang mereka punyai atau mungkin mereka punyai pada masa dating. Untuk menjadi konsumen diperlukan uang. Kartu kredit juga memadai. Di dalam era yang lebih awal, barter-pertukaran barang dengan barang-lazim dilakukan. Barter masih penting di dalam masyarakat yang kurang maju dan hingga batas tertentu di dalam ekonomi bawah tanah dari masyarakat maju.

SUMBER DAYA TEMPORAL

a.Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b.Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.

SUMBER DAYA KOGNITIF

adalah kepemimpinan teori psikologi industri dan organisasi yang dikembangkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987 sebagai konseptualisasi dari model kontingensi Fiedler . Teori ini berfokus pada pengaruh pemimpin intelijen dan pengalaman tentang nya atau reaksinya terhadap stres . Inti dari teori ini adalah bahwa stres adalah musuh rasionalitas, merusak kemampuan pemimpin untuk berpikir logis dan analitis. Namun, pengalaman pemimpin dan kecerdasan dapat mengurangi pengaruh stres pada (atau dia) nya tindakan: kecerdasan adalah faktor utama dalam situasi stres rendah, sementara jumlah pengalaman selama lebih selama-saat stres.

PENGETAHUAN

Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. 

 (1) Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
 (2) Pengetahuan tentang manfaat produk 
 (3) Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen. 
Manfaat Fungsional, yaitu 
 (1) Manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis 
 (2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk. 

Mengukur Pengetahuan Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.
Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.

Daftar Pustaka
Cek
Cek

~BYE~


Read More...

Minggu, 11 November 2012

Interaksi Dengan Dunia Internasional

   Kita manusia sebagai makhluk sosial dan serba terbatas, manusia tidak bisa hidup sendiri. kita saling membutuhkan satu sama lain untuk saling melengkapi segala kekurangan yang ada pada diri kita. Itulah sebabnya manusia melakukan pertukaran dan spesialisasi. Dalam konteks internasional (global), sikap saling membutuhkan tersebut diekspresikan dalam bentuk hubungan antarnegara. dari sudut pandang ilmu ekonomi,  motivasi hubungan antarnegara dianggap sebagai proses alokasi sumber daya ekonomi antar negara dalam rangka meningkatkan derajat (utilitas) hidup bersama. Setiap negara yang melakukan kerja sama internasional terkadang ingin mengharapkan hasil yang lebih baik dibanding jika hidup sendirian. 

   Pedagangan internasional pun terjadi, ekspor dan import, banyak barang barang dari luar negeri masuk ke negara kita, membuat banyak pilihan dan berbagai kualitas yang bagus ditawarkan di Indonesia. Terkadang seseorang membeli barang barang tersebut dengan menggelontorkan biaya yang tidak murah. ya mungkin dikarenakan karena barang atau benda yang mereka beli dari luar negeri itu memiliki kualitas dan dapat membuat meningkatnya derajat sosial mereka. Ya mungkin tidak bisa di pungkiri lagi barang barang dari luarn negeri mungkin dapat meningkatkan kelas sosial kita, dan mungkin memang barang tersebut memiliki kemenarikan tertentu dan kualitas yang bagus.

   Tapi itu membuat produk atau barang barang buatan bangsa sendiri jadi sedikit terlupakan, sebenarnya produk lokal milik kita juga tidak kalah bagus dan tidak kalah kualitasnya dengan produk produk luar negeri,     terkadang orang hanya ingin meningkatkan gengsi mereka dengan membeli produk luar, namun karena itu juga produk lokal jadi sedikit terlupakan. 

Mungkin adanya interaksi dengan dunia internasional maupun perdagangan internasional memang perlu untuk dilakukan, namun jangan sampai produk, barang, benda buatan lokal terlupakan juga, ketenaran produk dan terkenalnya suatu produk lokal itu karena produk tersebut dipakai dan diperkenalkan kedunia lewat masyarakat Indonesia itu sendiri sehingga dapat membuat nilai kualitas dari sebuah brang akan meningkat pula. Awal yang baik adalah Cintailah Produk buatan bangsa sendiri, dengan itu kita bisa memperkenalkan dunia bahwa barang-barang dari negara kita tidak kalah dengan barang bermerek dari luar negeri. 
ya mungkin cuma itu yang bisa saya tuliskan, kurang dean selebihnya mohon maaf yaaa hehehe .... :D

~BYE~


Read More...

Pengaruh Kelas Sosial dan Status

Kelas Sosial
Kelas sosial atau golongan sosial merujuk kepada perbedaan hierarkis (atau stratifikasi) antara insan atau kelompok manusia dalam masyarakat atau budaya. Biasanya kebanyakan masyarakat memiliki golongan sosial, namun tidak semua masyarakat memiliki jenis-jenis kategori golongan sosial yang sama. Berdasarkan karakteristik stratifikasi sosial, dapat kita temukan beberapa pembagian kelas atau golongan dalam masyarakat. Beberapa masyarakat tradisional pemburu-pengumpul, tidak memiliki golongan sosial dan seringkali tidak memiliki pemimpin tetap pula. Oleh karena itu masyarakt seperti ini menghindari stratifikasi sosial. Dalam masyarakat seperti ini, semua orang biasanya mengerjakan aktivitas yang sama dan tidak ada pembagian pekerjaan.
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial. Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu ( kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama ) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya. Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri. Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.

Status Sosial
Status sosial adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan kelompok-kelompok lain di dalam kelompok yang lebih besar lagi.

Pengaruh dari adanya kelas sosial terhadap perilaku konsumen begitu tampak dari pembelian akan kebutuhan untuk sehari-hari, bagaimana seseorang dalam membeli akan barang kebutuhan sehari-hari baik yang primer ataupun hanya sebagai penghias dalam kelas sosial begitu berbeda. Untuk kelas sosial dari status yang lebih tinggi akan membeli barang kebutuhan yang bermerek terkenal, ditempat yang khusus dan memiliki harga yang cukup mahal.Sedangkan untuk kelas sosial dari status yang lebih rendah akan membeli barang kebutuhan yang sesuai dengan kemampuannya dan ditempat yang biasa saja. Adapun yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan, pendidikan dan penghasilan.

Ridho akbar
15210906
3Ea01

Pustaka
Cek
Cek
Cek
Cek
~BYE~

Read More...
Diberdayakan oleh Blogger.